Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di suatu kota dan keterbatasan dana pembangunan dari Pusat serta dalam rangka desentralisasi dan otonomi menuntut pembangunan prasarana dan sarana dasar perkotaan sangat efisien, akurat dan tepat guna. Untuk itu diperlukan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan prasarana dan sarana dasar perkotaan menjadi lebih baik, efektif dan efisien yang didukung oleh suatu sistem penyediaan data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat.
Permasalahan yang sering timbul dengan adanya pengelolaan basis data pembangunan prasarana dan sarana dasar perkotaan adalah : ketersebaran data, duplikasi data, keterlambatan dalam penyediaan data, data menjadi tidak akurat dan aktual, tidak seragamnya data, perbedaan dalam mendefinisikan data dan peran sistem informasi yang belum maksimal, sehingga di dalam mencari data menyita banyak waktu dan tidak ekonomis. Dalam pembangunan perkotaan, data dan informasi dasar sangat diperlukan untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. Hal tersebut didasar oleh beberapa alasan antara lain :

  • Kota adalah sesuatu yang kompleks dan rumit. Kota menyangkut sumberdaya manusia, sumberdaya alam, ketersediaan prasarana, manajemen/organisasi, hukum dan peraturan serta ekonomi, yang masing-masing dengan aspek dan sifat dan keterkaitan yang sangat kompleks.
  • Untuk memecahkan kompleksitas tersebut, dalam membangun dan mengembangkan kota diperlukan data dan informasi yang lengkap dan terpadu.
  • Dengan cara konvensional: data tekstual dan spasial dalam format hard copy (cetakan) yang terpisah dan masih sektoral, keterpaduan dan pembangunan sulit dicapai

Untuk itu diperlukan suatu sistem data yang terpadu sebagai dasar dan alat pengambilan keputusan perencanaan maupun evaluasi pembangunan, dalam hal ini Direktorat Penataan Perkotaan, membuat aplikasi sistem informasi kawasan perkotaan yang bertujuan Menyediakan data dan informasi yang akurat dan terkini guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan pembangunan kawasan perkotaan. Serta diharapkan akan memberi manfaat berupa :
1.    Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat.
2.    Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3.    Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.    Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
5.    Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
6.    Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
Beberapa hal Prinsip yang menjadi pertimbangan yaitu  :
•    Aplikasi artinya Dapat dimanfaatkan secara operasional
•    Mudah diakses Mudah diperoleh oleh setiap pengguna
•    Berkelanjutan Terpelihara dan dimutakhirkan
Secara INFRASTRUKTUR Pembangunan Sistem informasi pembangunan ini membutuhkan 3 Komponen utama yaitu :
•    Hardware
•    Software
•    Brainware
Implementasi Sistem Informasi Pembangunan ini adalah pada kawasan Perkotaan. Secara teknis  bentuk kawasan perkotaan yaitu :
•    kota sebagai daerah otonom;
•    bagian daerah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan; atau
•    bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten yang berbatasan langsung dan memiliki ciri perkotaan. Kawasan   perkotaan  memiliki   nama,  batas wilayah, dan fungsi

Sedangkan Kriteria kawasan perkotaan meliputi :
a.    memiliki karakteristik kegiatan utama budidaya bukan pertanian atau mata pencaharian penduduknya terutama di bidang industri, perdagangan, dan jasa; dan
b.    memiliki karakteristik sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan barang dan jasa didukung prasarana dan sarana termasuk pergantian moda transportasi dengan pelayanan skala kabupaten atau beberapa kecamatan.

Sistem Informasi Perkotaan
Sistem Informasi Perkotaan suatu sistem yang didesign secara terpadu sehingga informasi yang tersaji dalam sistem informasi perkotaan dapat pula disinergikan dengan Informasi di tingkat Provinsi dan Nasional. Secara konseptual 3 Komponen yang dipadukan dalam sisten informasi perkotaan adalah Sistem informasi/Database Kawasan Perkotaan yang mendukung Ketersediaan Database Provinsi serta akan bermuara pada Database secara nasional. 3 Komponen tersebut secara operasional akan saling mendukung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembangunan Database Kawasan Perkotaan
Database Kawasan Perkotaan dapat tersaji dengan baik apabila didukung dengan :
•    Ketersediaan Aplikasi Sistem Kawasan Perkotaan
•    Ketersediaan Peta Citra Satelit
•    Ketersediaan SDM Aparatur yang mendukung pengelolaan Aplikasi

Hirarki Sistem Aplikasi
Secara hirarki penerapan sistem aplikasi kawasan perkotaan digambarkan sebagai berikut :

Penerapan Sistem Informasi kawasan Perkotaan telah diaplikasikan pada beberapa Kota besar di Indonesia. Beberapa hal yang perlu menjadi catatan penting adalah diperlukan dukungan data sektoral yang akurat dimasing-masing kota, sebab apabila aplikasi akan diterapkan secara teknis akan dilakukan pendaatan ulang seluruh informasi yang ada pada masing-masing Kota di Indonesia untuk memastikan kesesuaian data.


 

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh