×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Mama Anarchi Paerikas (59 tahun) adalah dukun terlatih yang sejak tahun 1995 sudah mulai menolong ibu-ibu melahirkan di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.  Walaupun saat itu Mama Anarchi belum mendapat pelatihan, tetapi ia sudah mulai menolong ibu melahirkan.  Dalam satu tahun saya bisa menolong 3-5 orang ibu melahirkan, kenang perempuan asal Baun-Amarasi ini.  Ilmu untuk menolong ibu melahirkan ini saya peroleh dari orang tua saya yang juga berprofesi sebagai dukun bersalin.

Sepak terjang Mama Anarchi ini kemudian didengar dan diketahui oleh Kepala Pustu Manutapen-Ibu Lince Biaf. Ibu Lince  pun mengutus Mama Anarchi untuk mengikuti pelatihan pada tahun 2000. Sejak mengikuti pelatihan itu, Mama Anarchi mulai membangun kemitraan dengan Pustu untuk memberikan pertolongan kepada ibu melahirkan.

Ketika ditanya siapa yang mulai menginisiasi kemitraan ini, Mama Anarchi mengatakan bahwa Kepala Pustu yang aktif membangun komunikasi. Kepala Pustu juga melakukan pendekatan dan menjelaskan kepada Mama Anarchi tentang bagaimana seharusnya melakukan penanganan terhadap ibu melahirkan dan bayi baru lahir secara medis.  Mendengar penjelasan dari Kepala Pustu, Mama Anarchi kemudian menyadari bahwa ada ketrampilan tertentu yang belum  ia miliki. Karena itu Mama Anarchi memutuskan untuk mulai membangun kerjasama dengan Pustu.

Tahun 2001, secara resmi Mama Anarchi mulai bermitra dengan Pustu.  Walaupun sudah bermitra, namun Mama Anarchi masih memberikan pertolongan persalinan di rumah. Saya tidak bisa menolak, bila ada ibu yang datang ke rumah meminta saya untuk memberikan pertolongan.Walaupun demikian,  saya   langsung berkomunikasi dengan Pustu untuk bersama-sama memberikan pertolongan. Bila ada keadaan darurat, saya akan memberikan pertolongan sesuai dengan ketrampilan yang saya miliki, setelah itu saya akan memanggil bidan untuk memberikan perawatan medis, ungkap Mama Anarchi.

Tahun 2010,  pernah terjadi kasus di Kelapa Lima, dimana seorang dukun bersalin disidangkan karena bayi meninggal saat memberikan pertolongan. Sejak saat itu, Mama Anarchi tidak lagi menolong persalinan di rumah. Bila ada ibu yang datang ke rumah, saya langsung mengantar  ibu tersebut  ke pustu. Alasan lain tidak menolong persalinan di rumah adalah mengurangi resiko, misalnya pasien kurang darah,  pustu sudah siapkan bank darah.

Sejak bermitra, banyak hal keuntungan yang diperoleh misalnya mendapat ketrampilan baru dalam memberikan pertolongan persalinan. Mama Anarchi juga merasa kerja menjadi lebih ringan karena Mama Anarchi tidak bekerja sendirian, tetapi dibantu bidan. Mama Anarchi pun diberikan kebebasan oleh Pustu untuk mendampingi ibu melahirkan sampai 3 hari di rumah pasien  (setelah pasien keluar dari pustu).  Selain itu, Mama Anarchi juga mendapat biaya untuk penggantian transport dari dana kemitraan sebesar Rp. 50.000 untuk 1 pasien.

Keuntungan lain yang diperoleh adalah banyak ibu melahirkan yang mempercayai Mama Anarchi untuk menolong mereka saat melahirkan. Dalam 1 bulan Mama Anarchi bisa menolong 5-20 orang ibu melahirkan. Ketrampilan Mama Anarchi ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga di Kelurahan Manutapen. Ternyata Mama Anarchi juga memberikan pertolongan kepada ibu-ibu dari luar kelurahan seperti kelurahan Fontein, kelurahan Bakunase, kelurahan Kuanino dan kelurahan Airnona.

Ternyata upaya yang dilakukan oleh Mama Anarchi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah NTT  dengan dikeluarkannya program revolusi KIA, dimana program ini mensyaratkan semua persalinan harus dilakukan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan.

(Marselina Sedo – Mentor Kelurahan Siaga dan Revitalisasi Posyandu Kota Kupang).