Posyandu  Kamboja X merupakan salah satu Posyandu yang berada di Kelurahan Manutapen.- kecamatan Alak. Posyandu Kamboja  X merupakan pemekaran dari Posyandu kamboja VI..  Pemekaran dilakukan atas inisiatif Mama Mariam Koroh, dengan beberapa pertimbangan, yaitu jarak RW 02 ke lokasi posyandu cukup jauh (± 700 meter) sehingga banyak bayi/balita tidak mengikuti kegiatan posyandu; dan jumlah bayi/balita yang berdomisili di wilayah RW 02 sebanyak 60 orang.

Karena memenuhi persyaratan, ketika Mama Mariam Koroh mengajukan untuk dilakukan pemekaran, langsung disetujui oleh Lurah Manutapen, yang ditandai dengan dikeluarkannya  SK posyandu.KELURAHAN MANUTAPEN.01/SK/1/2013. Mengacu pada SK ini, pada tanggal 23 Januari 2013 posyandu Kamboja X  untuk pertama kalinya melakukan aktivitas. Sampai tahun 2013, posyandu Kamboja X melayani 3 wilayah RT yaitu RT 05, RT 06 dan RT 07, dengan jumlah bayi/balita yang dilayani sebanyak 61 orang.  Kader yang melayani di Posyandu Kamboja X terdiri dari 5 orang.

Awalnya kami melakukan kegiatan Posyandu di teras rumah Ketua RT 05-Bapak Lukas Mataratu; kenang Mama Mariam Koroh. Lebih lanjut Mama Mariam mengatakan untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), saat itu belum mendapat bantuan operasional dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota ( BPMK ) Kupang. Karena belum mendapat bantuan operasional, kader kemudian berinisiatif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk meminta sumbangan dari masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang diminta untuk menyumbang, RT dan PKK kelurahan pun diminta untuk berkontribusi. Besaran kontribusi tidak ditentukan; kader hanya meminta masyarakat untuk memberikan sumbangan sesuai dengan kemampuan dan kerelaan masing-masing keluarga. Hasilnya kader berhasil menghimpun dana sebanyak Rp. 900.000.

Tahun 2011- 2013   Posyandu Kamboja X mendapat bantuan dana operasional dari BPMK dengan rincian sebagai berikut:  Tahun 2011 sebesar 1.250.000,- tahun berikutnya ( 2012 ) sebesar 2.500.000,- dan terkahir pada tahun 2013 sebesar 3.000.000,-.

Dilihat dari jumlahnya, bantuan yang diberikan BPMK terbilang kecil, karena kegiatan PMT biasanya dilakukan sebulan sekali, sehingga dalam setahun terdapat 12 kali PMT.  Tentunya anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Untuk sekali PMT dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp. 200.000-Rp. 300.000. Sehingga dana yang dibutuhkan untuk PMT 1 tahun berkisar antara Rp. 2.400.000 – Rp. 3.600.000.

Karena keterbatasan dana, (5) lima orang kader kemudian berinisiatif untuk mencari dana tambahan dengan cara membuat rantang berjalan dengan menu yang beragam, bergizi dan seimbang dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat di kelurahan Manutapen.

Tidak hanya kader yang berinisiatif  mencari dana; Bapak Lukas Mataratu sebagi RT 5 di dalam wilayah posyandu juga mencari dana dengan menjalin kerjasama dengan telkomsel menjual kartu perdana.  Saat itu 1 kartu perdana dibeli dengan harga Rp. 2.000; dan dijual kembali dengan harga Rp. 5.000. Sehingga dari setiap kartu, mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.000. Selain itu, Posyandu Kamboja X juga bermitra dengan Jaringan Perempuan Usaha Kecil  ( JARPUK ) untuk menjual stik aneka rasa. Keuntungan menjual kartu perdana dan stik aneka rasa inilah yang diambil oleh posyandu untuk menambah kas posyandu.

Strategi lain yang dilakukan adalah kewajiban memberikan sumbangan dari semua warga yang berdomisili di wilayah RW 02. Besaran sumbangan yang disepakati adalah Rp.1.000/bulan bagi keluarga yang memiliki pekerjaan tidak tetap dan Rp. 2.500/bulan bagi keluarga yang memiliki pekerjaan tetap. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada keluarga yang ingin memberikan sumbangan lebih. Setiap awal bulan, 5 orang kader berbagi peran dari rumah ke rumah untuk mengambil sumbangan warga.

Dana yang yang diperoleh dari penggalangan dana ini digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) dan transportasi untuk ibu hamil yang mau melahirkan di fasilitas kesehatan.

Perjuangan kader, perangkat kelurahan (RT, RW) dan masyarakat ini terbayar ketika  Posyandu Kamboja X meraih  juara I Strata Madya Lomba Posyandu Tingkat Kota Kupang dan mewakili Kota Kupang untuk mengikuti Lomba Posyandu Tingkat Propinsi. Salah satu lesson learned utama dari proses yang telah terjadi yaitu bahwa untuk meraih suatu kesuksesan butuh partisipasi, kerjasama dan pengorbanan dari semua Pihak. Setidaknya kader, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan stake holder lain di Posyandu Kamboja X telah membuktikannya.

( Marselina Sedo - Mentor Revitalisasi Posyandu dan Kelurahan Siaga Kota Kupang )

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh