×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading component: com_contact, Component not found

Pemerintah Kota Kupang telah berkomitment untuk melaksanakan pengarusutamaan gender dalam tata pemerintahan dan pembangunan Kota Kupang. Hal ini tercermin dalam RPJMD Kota Kupang Tahun 2007 – 2012 yang mengangkat pula issue kesetaraan gender sebagai salah satu misi pembangunan Kota Kupang. Misi ini kemudian dipertajam dengan sasaran Pemerintah Kota Kupang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yaitu meningkatnya pengarusutamaan gender serta meningkatnya upaya perlindungan dan penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Upaya ini diperkuat dengan kerja kemitraan Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Australia melalui program AIPMNH yang juga menitikberatkan strategy pengarusutamaan gender dalam program penanganan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui dan bayi baru lahir.

Pada tahun 2010 lewat Bappeda dan Bagian Pemberdayaan Perempuan Kota Kupang telah dilakukan Kajian Sosial Gender Partisipatoris (KSGP) di SKPD mitra AIPMNH yaitu Dinas Kesehatan, Bappeda, BKBKS, BPMKK, Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Sosial. Salah satu benang merah hasil KSGP  pada mitra AIPMNH adalah bahwa penyusunan kebijakan, program dan penganggaran di masing-masing SKPD dirasakan belum mengintegrasikan gender  sehingga ada kesadaran untuk mengangkat aspek PUG dalam penyusunan kebijakan, program dan penganggaran. Hal ini tidak terlepas dari masih lemahnya pemahaman mitra mengenai bagaimana melakukan pengarusutamaan gender dalam program dan kegiatan mereka. Beberapa kegiatan sebagai rencana aksi KSGP 2010 telah mulai dilakukan pada Tahun 2011. Dan pada tanggal 13 sampai 15 Agustus 2012 ini, Bagian Pemberdayaan Perempuan Kota Kupang bersama Tim AIPMNH kembali melakukan monitoring pelaksanaan Rencana Aksi PUG berdasarkan Hasil Monev KSGP 2010 yang lalu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Kota Kupang (Dr Joice Tansil), Technical Advicer Gender AIPMNH (Maria Fatima Daniel dan Yulius Hendra) serta District Program Coordinator AIPMNH Kota Kupang (Nugroho) dan District Gender Coordinator AIPMNH Kota Kupang (Magdalena Yuanita Wake).

Pantauan Tim menunjukkan bahwa pemahaman tentang gender dan pengarusutamaan gender masih lemah di tingkat aparatur dan pelembagaan pengarusutamaan gender di Kota Kupang juga masih lemah. Kedua hal ini menyebabkan walaupun tidak semua personil paham benar apa itu kesetaraan dan keadilan gender serta bagaimana melakukan pengintegrasian gender, walaupun dalam program dan kegiatan menunjukkan telah terjadinya pengintegrasian gender. Didapati pula, rencana pelembagaan pengarustumaan gender sebagaimana mandat KSGP 2010 melalui pembentukan Gender Focal Point di keenam SKPD mitra AIPMNH (Dinkes, Dinsos, Bappeda, BKBKS, BPMKK dan Bagian PPPA Setda Kota Kupang) belum dilakukan. Walaupun demikian, berbagai program dan kegiatan yang disupport oleh AIPMNH pada Tahun 2011 hingga saat ini sudah mulai merujuk pada Rencana Aksi KSGP 2010 yang lalu.

Monitoring pelaksanaan Rencana Aksi KSGP berdasarkan Hasil Monev KSGP 2010 yang lalu ini kemudian menghasilkan beberapa kesepakatan yang dirasa penting untuk mengejar pencapaian rencana aksi KSGP 2010 yang lalu, yaitu pelembagaan pengarusutamaan gender dengan pembentukan Pokja PUG dan Tim Tekhnis di Tingkat Pemerintah Kota Kupang, pembentukan Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender di 6 SKPD mitra AIPMNH, serta Penyadaran Gender dan Pelatihan Perencanaan Responsif Gender (PPRG) bagi Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender. Sebagai komitment awal, keenam SKPD mitra AIPMNH Kota Kupang tersebut menyepakati untuk membentuk Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender dengan mengeluarkan SK Dinas / Badan / Bagian bersangkutan tentang Pembentukan Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender di institusi masing-masing. Batas waktu yang disepakati, adalah tanggal 17 September 2012. Hingga tulisan ini dibuat, SK tersebut telah dibuat oleh keenam SKPD tersebut. Kepala Dinas / Badan / Bagian menjadi penanggung jawab Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender di SKPD masing-masing. Sedangkan Pokja PUG dan Tim Tekhnis akan dibentuk pada Oktober 2012 diikuti dengan Penyadaran Gender dan Pelatihan Perencanaan Responsif Gender (PPRG).

Semoga Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender yang telah dibentuk oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, BKBKS, BPMKK dan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Kota Kupang mampu membuat lembaga masing-masing benar-benar responsive gender dalam program, kegiatan dan pelayanannya (Magdalena Yuanita Wake - DGC AIPMNH Kota Kupang).