Sebagai salah satu isu global dalam pelaksanaan pembangunan di dunia,  anti korupsi diterjemahkan dalam prinsip Anti Fraud ( anti kecurangan ) dalam pengelolaan keuangan Program AIPMNH ( Australia Indonesia Partnershif For Maternal Neonatal Health ), satu program kemitraan antara Ausaid dan Pemerintah Kota Kupang yang dikoordinir oleh Bappeda Kota Kupang. Hal ini sejalan dengan prinsip dan pengertian pengelolaan keuangan daerah daerah menurut Pasal 1 PP 58/2005 yaitu : keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah .

 
Beberapa pengertian Fraud ( kecurangan ) adalah sebagai berikut :
Terminologi umum, yang mencakup beragam makna tentang kecerdikan, akal bulus, tipu daya manusia yang digunakan seseorang untuk mendapatkan suatu keuntungan (di) atas orang lain melalui cara penyajian yang salah ( BPKP Fraud Training 2008, Webster’s New World Dictionary)
 
Memperoleh manfaat secara tidak jujur, atau menyebabkan kerugian, dengan penipuan atau cara lain (The Commonwealth Fraud Control Guidelines 2011)
 
Satu perbuatan bisa dikategorikan sebagai Fraud jika memenuhi 3 unsur sebagai berikut : (1). Perbuatan tidak Jujur ; (2). Niat/Kesengajaan, dan (3). Keuntungan yang merugikan orang lain 
 
Sebagai organisasi AIPMNH ingin agar dapat :
  • Menciptakan budaya yang bersih
  • Mensosialisasikan ketentuan hukum yang berlaku 
  • Menghalangi, mencegah orang-orang untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum
  • Menemukan kecurangan yang  tidak bisa dicegah
  • Memberikan sanksi efektif (termasuk tindakan hukum yang tepat) terhadap mereka yang melakukan tanpa pandang bulu siapa mereka
Untuk mengimplementasikan prinsip di atas dan mempersiapkan para mitra dalam melakukan pengelolaan keuangan,  AIPMNH melalui rencana kerja Bappeda sebagai leading sektor program ini telah melakukan Lokakarya dan Pelatihan Pembuatan ToR dan Pengelolaan Keuangan kepada para mitra di SKPD. Kegiatan ini dilakukan pada tahun 2009 dan 2010.  Total staf yang telah mendapatkan pelatihan ini adalah sebanyak 41 orang. 
 
Mengubah mindset dalam pengelolaan keuangan pada prakteknya memerlukan proses. Kebiasaan ‘bahwa dana kegiatan harus habis’ cukup terasa pada awal pelaksanaan program. Seiring berjalannya program kemitraan pada tahun ketiga ini ‘nilai – nilai ‘ anti fraud sudah makin terasa diimplementasikan. Ini tentu saja merupakan salah satu langkah maju yang diharapkan bisa mendapatkan dukungan dari pihak – pihak terkait sehingga benar-benar bisa ‘membumikan’ isu anti korupsi pada tataran praktis demi terwujutnya tata kelola pemerintahan yang baik.
 

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh