×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading component: com_contact, Component not found

 

Kolaborasi multi pihak dan pendekatan lintas sektor dirasakan sebagai kebutuhan urgent untuk lebih mengoptimalkan program program pembangunan yang berjalan dan menjadikan masyarakat sebagai target groupnya. Sebagai lead sektor untuk Program AIPMNH di Kota Kupang, Bappeda Kota Kupang telah mengintegrasikan kegiatan Program Keluarga Harapan ( PKH ) yang dikoordinir oleh Dinas Sosial Kota Kupang terkhusus komponen kesehatannya ke dalam Program Kemitraan AIPMNH di Kota Kupang sejak tahun 2011 lalu.
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan paket program nasional dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan. dan Kementerian Sosial RI serta beberapa kementrian terkait lainnya. Pelaksanaan PKH di Kota Kupang sudah dimulai sejak tahun 2007. Hingga saat ini pencapaian PKH belum sesuai apa yang diharapkan, namun berbagai upaya terus menerus dilakukan. Selain itu, upaya pendampingan yang kreatif terus tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin meningkatnya pemahaman, kemauan, kesadaran bersama penerima manfaat dan stakeholder khususnya penyedia layanan kesehatan dan pendidikan. 
 
UPPKH Kabupaten/Kota dan Kecamatan merupakan kunci utama mensukseskan PKH di lapangan dan UPPKH Kecamatan adalah ujung tombaknya karena berhubungan langsung dengan penerima manfaat dan pemberi layanan.
 
Personalianya adalah pendamping yang menangani 250 RTSM s/d 375 RTSM dengan wilayah dampingan antara 3 s/d 7 Kelurahan di Wilayah Kecamatan PKH. Beberapa tugas rutin pendamping PKH antara lain memotivasi peserta PKH, memastikan kehadiran peserta PKH di fasilitas layanan kesehatan, melakukan koordinasi dengan aparat setempat, pemberi pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pada dasarnya, UPPKH Kecamatan dengan jaringan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dan pendidikan adalah sebuah mitra kunci yang saling menopang satu sama lain. 
 
Pada tahun 2011 hasil konkrit pelaksanaan kemitraan PKH dengan PPK menunjukkan belum maksimalnya pengisian verifikasi kunjungan peserta PKH di sarana kesehatan. Hal tersebut tercermin pada data hasil verifikasi selama tahun 2011. Pada periode maret 2011 misalnya, prosentase kunjungan peserta PKH yang di verifikasi di fasilitas kesehatan mencapai rata-rata 47 %. (Bumil 34 % dari 140 orang dan bayi/Balita 59 % dari 2.283 orang). Meski mengalami peningkatan rata-rata 89 % pada periode juni 2011 (82 % dari jumlah 154 Bumil dan 97 % dari jumlah 2.218 bayi/Balita), namun periode september 2011 mengalami penurunan cukup drastis hingga mencapai rata-rata 63 % dari jumlah Bumil 154 orang dan bayi/Balita 2.218 orang (bumil  49 %, bayi/Balita 77 % ). Kondisi tersebut di akui pula karena ada terjadinya perubahan data yang signifikan pada jumlah Bumil dan Balita yang belum dilakukan pemutakhiran data pasca persalinan.
 
Target 100 % kunjungan peserta PKH ke Faskes setidaknya dapat tercapai. Mengingat PKH didiseain dengan pendekatan reward dan punishment dimana ada sanksi jika peserta PKH tidak melakukan kunjungan ke faskes dalam bulan tertentu. Pencapaian target tersebut dapat di ukur apabila petugas di faskes mampu melakukan verifikasi kunjungan peserta PKH secara komprehensif dan akurat. Karena itu, dengan dukungan AIPMNH salah satu kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2012 ini adalah Lokakarya Kemitraan PKH Kota Kupang dengan maksud agar para pelaksana PKH Kota Kupang memiliki bekal pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan ketrampilan dalam upaya pencapaian tujuan dan target PKH.