×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found


Dalam rangka pemenuhan hak atas kesehatan maka salah satu sektor yang harus diperkuat adalah manajemen pelayanan kesehatan. Dimana salah satu aspek di dalamnya adalah pengelolaan kuangan, khususnya dengan adanya alokasi BOK,Jamkesmas dan Jamkesda di sektor kesehatan.


Pada tanggal 9 – 11 Mei 2012 di Hotel Joniar Kupang, Bappeda Kota Kupang lewat Bidang Kerjasama Pembangunan menggelar Workshop Penyusunan Instrumen fraud Control di Bidang Kesehatan. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Fraud Control yang telah kami lakukan pada Bulan Februari lalu,’ demikian Ignas Lega Kepala Bidang Kerjasama Bappeda Kota Kupang  salah satu fasilitator lokakarya ini menambahkan.

Lokakarya ini diikuti oleh perwakilan Puskesamas, Badan Penyantun Puskesamas (BPP), kader posyandu,dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Kupang.  Dalam proses fasilitasi lokakarya ini selain staf Bappeda Kota Kupang, ikut juga terlibat adalah Kasie Yankes Dinas Kesehatan Kupang - Sri Wahyuningsih yang sehari-hari berurusan dengan pengelolaan BOK, Jamkesmas – Jampersal, dan Jamkesda dan dua orang staf Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) yaitu Paul Sinlaelo dan Dani Manu.

“ Ini merupakan kegiatan untuk mencegah terjadinya korupsi di bidang kesehatan. ,” demikian  Paul Sinlaeloe menyampaikan. Dia juga menambahkan harapannya supaya Pemkot bisa melanjutkan kegiatan ini sehingga pada akhirnya nanti Pemerintah Kota Kupang bisa menghasilkan Rencana Aksi Daerah untuk mencegah korupsi (RAD Anti Korupsi ).

Workshop ini diawali dengan presentasi 2 narasumber yaitu Maradata Kale, Finance Manager AIPMNH yang menyampaikan internal control dalam pengelolaan keuangan AIPMNH dalam rangka mencegah terjadinya Fraud. Sedangkan Irham dari Bidang Investigasi Perw. BPKP Prov NTT memaparkan pengalaman BPKP dalam melakukan diagnostic asesment sebagai bagian dari Fraud Control Plan di sektor kesehatan.  Dua materi ini memberikan dasar untuk kelanjutan lokakarya ini.

Sesi lokakarya dimulai dengan mendiskusikan alur pelayanan kesehatan yang dilakukan di puskesmas beserta alur keuangan. Khusus untuk alur keuangan dibahas mekanisme keuangan sejak dari perencanaan sampai dengan pelaporan. Proses diskusi ini sekaligus untuk mengidentifikasi permasalahan dan kendala dalam pengelolaan dana yang ada di puskesmas.

Pada sesi diskusi berikutnya peserta diajak memvisualisasikan puskesmas idaman mereka (yang bebas fraud) berdasarkan visi ini selanjutnya dilakukan diskusi untuk penyusunan fraud control yang diharapkan bisa digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan dana BOK-Jamkesmas dan Jampersal. Pada akhir lokakarya telah dihasilkan draft SOP untuk pengelolaan keuangan di tingkat puskesmas yang akan diverivikasi dan dijadikan acuan untuk menyusun SOP standar yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam surat keputusan sehingga bisa digunakan di semua program yang ada di lingkup dinas kesehatan.