Health Account ‘terdiri dari pencatatan arus dana kesehatan secara sistematis, komprehensif dan konsisten dalam suatu sistem kes di suatu negara atau wilayah (Poullier et al. WHO, 2002 )
Adalah proses menggambarkan aliran dana dan belanja yang dicatat dalam penyelenggaraan sebuah sistem kes, yang merupakan monitoring semua transaksi di tingkat sumber dana sampai pemanfaatannya di tingkat wilayah, kelompok penduduk dan dimensi sosial ekonomi serta epidemiologi (Than Sien dan Waheed, 2003)

District Health Account dilakukan untuk menunjang  sistem pembiayaan kesehatan  di tingkat kabupaten. Secara khusus metode ini berguna untuk  :

  • Mengetahui situasi pembiayaan secara menyeluruh
  • Menyusun kebijakan pembiayaan kesehatan nasional
  • Menyusun anggaran tahunan kesehatan pemerintah
  • Membandingkan pembiayaan antar negara yang kemudian dikaitkan dengan kinerja pembangunan kesehatan
  • DHA berguna untuk penyusunan PHA (Provinsi ) dan NHA (Nasional)

Dengan adanya desentralisasi penghitungan pembiayaan kesehatan di kabupaten / kota semakin dibutuhkan.Proses DHA bisa menjadi masukan untuk  proses desentralisai fiskal yang lebih berkeadilan. Hasil analisa yang dihasilkan akan menjadi rujukan penting untuk alokasi DAU, DAK, Dekon, TP, dan Jamkesmas. Bagi para perencana di tingkat kabupaten / Kota hasil DHA bisa digunakan untuk evaluasi pembiayaan kesehatan tingkat daerah untuk mengetahui : Apakah biaya kesehatan sudah cukup, Apakah alokasi biaya kesehatan sudah sesuai dengan kebijakan ( pengutamaan promotif & preventif, kecukupan biaya operasional ), apakah biaya dudah dialokasikan secara efektif , bisa memperbaiki kinerja, sejauh mana efisiensi penganggaran kesehatan , dan apakah biaya kesehatan di kabupaten/ kota sudah berkeadilan  (pro-poor).Analisa health account juga diperlukan sebagai dasar untuk melakukan Reformasi pembiayaan kesehatan dan untuk perencanaan - penganggaran berbasis kinerja serta .

Ada Delapan Dimensi dalam pelaksanaan Health Accountyaitu : SUMBER BIAYA ( SB );PENGELOLA  ANGGARAN ( PA ); PENYELENGGARAN PELAYANAN ( PL ) ; JENIS KEGIATAN  ( JK ); MATA ANGGARAN (MA); JENIS PROGRAM  ( PR ); JENJANG KEGIATAN ( JK ); dan PENERIMA MANFAAT ( PM ).

DHA memerlukan pengetahuan dan ketrampilan khusus serta  melibatkan banyak fihak sebagai sumber data. Selain itu proses ini juga perlu dilakukan berkala sehingga untuk mengoptimalkan proses DHA diperlukan mandat / legitimasi.Proses DHA di Kota Kupang sudah dilakukan sejak tahun 2009 dengan dukungan AIPMNH. Tim DHA yang saat ini ada merupakan perwakilan dari Bappeda Kota Kupang, Dinas Kesehatan, RSUD Kota Kupang, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang.

Tugas dan fungsi pokok tim ini adalah : pengumpulan data, Analisis & interpretasi hasil pengumpulan data, Finalisasi hasil analisis berupa dokumen DHA dan melakukan diseminasi hasil DHA kepada para stake holder terkait. Seiiring dengan berjalannya waktu salah satu isu krusial yang perlu di jawab adalah bagaimana dengan pelembagaan proses dan Tim DHA yang telah ada. Jika proses DHA bisa dilakukan secara terus menerus dengan kualitas produk yang berkualitas akan memberikan kontribusi terhadap kebijakan anggaran kesehatan yang lebih berkualitas.
 

Artikel Terkait
Biaya Kesehatan Berdasarkan Sumber Biaya di Kota Kupang T.A.2011

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh