×

Warning

JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading component: com_contact, Component not found

Komitmen Jakarta ditandatangani pada 12 Januari 2009. Komitmen Jakarta adalah langkah strategis yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan agenda besar internasional, yakni efektivitas bantuan luar negeri sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi Paris. Semangat dari deklarasi ini mendorong proses reformasi dan mengembangkan kemitraan yang lebih luas untuk mencapai efektivitas pembangunan.

 
Meskipun demikian, pencapaian sasaran Deklarasi Paris bagi Indonesia hanyalah merupakan sasaran antara. Sebagai negara berpenghasilan menengah, Indonesia melalui Komitmen Jakarta, berusaha bukan sekedar untuk meningkatkan efektivitas bantuan (aid effectiveness) tetapi lebih daripada itu berupaya untuk memanfaatkan bantuan sebagai sarana untuk mengefektifkan pembangunan (aid for development effectiveness). Dalam konteks ini, Komitmen Jakarta menjadi strategis karena komunitas global sedang membicarakan kelanjutan dari Deklarasi Paris.Komitmen Jakarta menjabarkan standar baru bantuan kerjasama pembangunan dan mensyaratkan enam hal berikut ini:
  1. Kepemilikan nasional yang lebih kuat dalam mendefinisikan arsitektur dan proses bantuan. Dalam hal ini harus terlihat  bahwa pengelolaan kerjasama pembangunan yang lebih  efektif dan efisien, dan prosesnya tidak perlu bersifat  donordriven lagi. Pemerintah Indonesia sudah harus menerapkan sikap kepemilikan yang lebih kuat. Dengan demikian nantinya hibah luar negeri akan berjalan lebih selaras.
  2. Pergeseran  hubungan donor-penerima menjadi paradigma kemitraan yang sederajat dan inovatif. Ini dapat menciptakan harmonisasi yang lebih baik, tidak hanya dalam  bantuan teknis dan keuangan semata-mata namun juga dalam aspek lainnya. Upaya melakukan  exit strategy sebagai bagian dari keberlanjutan program, apabila bantuan bantuan teknis dan keuangan berakhir, perlu untuk  diperhatikan. Maka dari itu, sikap sederajat seperti ini yang dapat menjadi bekal bagi K/L dalam mengedepankan paradigma tersebut.
  3. Beranjak dari bantuan keuangan menuju bantuan yang lebih strategis dan berperan sebagai katalis. Ini akan menghasilkan dampak bantuan yang maksimal dan efektif karena seluruh stakeholder akan terkonsentrasi pada output yang diharapkan. Hal ini akan sejalan dengan inisiatif yang sudah digariskan oleh Pemerintah Indonesia.
  4. Peralihan dari bantuan berdasarkan proyek menjadi bantuan dengan pendekatan program. Dengan pendekatan ini maka level of acceptance bagi mitra lokal akan menjadi tinggi. Disamping itu akan tercipta juga  tingkat pencapaian hasil yang lebih baik.
  5. Lebih fokus pada pengembangan kapasitas dan berorientasi pada hasil yang melekat pada program-program nasional. Pengembangan kapasitas ini juga ditekankan pada kapabilitas dari personal dan kekuatan programnya. Dengan demikian hasilnya akan dapat ditindak lanjuti dan terintegrasi.
  6. Peningkatan akuntabilitas dan keselarasan antara Pemerintah Indonesia dan development partner. Penekanan dalam konteks ini adalah agar kedua belah pihak akan menarik manfaat yang lebih harmonis satu dengan yang lain.

Setelah Komitmen Jakarta ditandatangani pada 12 Januari 2009, Pemerintah membentuk Sekretariat Aid for Development Effectiveness (A4DES) sebagai komponen untuk melaksanakan Komitmen Jakarta. A4DES mengelola "pooled resources facility" yang disediakan oleh Pemerintah dan Mitra Pembangunan di bawah pimpinan langsung Deputi Menteri bidang Pendanaan Pembangunan, BAPPENAS. Sekretariat A4DES memberikan dukungan, fasilitas, dan pemantauan dalam pelaksanaan matriks aksi peta jalan (roadmap) Komitmen Jakarta. A4DES juga memfasilitasi pengembangan kapasitas para pejabat Pemerintah yang berpartisipasi dalam pelaksanaan roadmap, memberikan usulan kebijakan kepada Pemerintah tentang isu efektivitas bantuan luar negeri, serta dukungan teknis kepada unit pemerintah yang melaksanakan elemen lain di luar roadmap. Di samping itu, A4DES juga mengupayakan dan memfasilitasi perluasan dialog dan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan.
 
Sumber : Laporan Tahunan 2010 Komitmen Jakarta Bantuan Untuk efektivitas Pembangunan ; A4DES , 2010